TIPS SAPI : MEMILIH SAPI QURBAN

Idhul Adha atau juga disebut Idhul Qurban, atau juga disebut hari raya haji, adalah momentum special bagi setiap muslim di manapun berada. Meminjam istilah salah seorang penulis pertanian yang juga sahabat saya, mas Junaedi, hari raya adalah momentum religi sekaligus ekonomi, kalau nggak ngerti maksudnya, silahkan langsung meluncur ke blog beliau untuk membaca artikelnya.

Karena Idul Qurban atau Idul Adha adalah momentum spesial, pasti juga banyak orang bertanya ternak seperti apa yang layak dijadikan ternak Qurban? Saya akan coba memberikan sedikit tips dalam memilih ternak qurban dari aspek agama dan fisiologis ternak.
Aspek agama :
1. Pilih ternak jantan atau betina yang gigi seri nya (rahang bawah depan) sudah berganti gigi tetap.
Hal ini sesuai bunyi hadist “Janganlah kamu menyembelih binatang ternak untuk qurban kecuali musinnah (telah ganti gigi, kupak). Jika sukar didapati, maka boleh jadz’ah (berumur 1 tahun lebih) dari domba.” (HR Muslim). Para ulama menjelaskan, makna musinnah adalah jika pada unta sudah berumur 5 tahun, sapi umur 2 tahun, kambing umur 1 tahun, dan domba antara 6 bulan hingga 1 tahun.Kalau anda ragu, anda bisa minta penjual ternak untuk menunjukkan posisi gigi serinya.
2. Pilih ternak yang sehat dan tidak cacat, sesuai bunyi hadist “Empat macam binatang yang tidak sah dijadikan qurban: 1. Cacat matanya, 2. sakit, 3. pincang dan 4. kurus yang tidak berlemak lagi “ (HR Bukhari dan Muslim). Mengenai luka karena penanda telinga (ear tag), luka tanda bakar dan ternak dikebiri, mayoritas literatur menyebutkan tidak termasuk cacat yang dimaksudkan dalam hadist, jadi hukumnya tetap sah.
Aspek fisiologis ternak :
1. Pilih ternak yang gemuk pada bagian pantat, leher dan dada. Posisi perut harus relative ramping dan tidak kendor ke bawah. Perlu diketahui bahwa ternak dengan perut besar, ada indikasi ternak tersebut di gelonggong, apakah dengan singkong, jagung manis, air dan bahkan pasir. Ini jelas akan merugikan anda.
2. Pilih ternak dengan bulu mulus dan mengkilat, nggak kelihatan kusam (mbedhesi). Ternak yang kelihatan mulus dan mengkilat juga bisa jadi indikasi praktis ternak tersebut organ dalamnya tidak bermasalah dan tidak cacingan.
3. Perhatikan posisi kaki, sapi yang sehat tungkainya harus tegak, kaki belakang tidak bengkong. Kuku kaki juga harus terlihat sehat, tidak terlalu panjang dan bengkak.

4. Jangan pilih ternak yang mengeluarkan ingus (warnanya kekuningan), bersin2 dan batuk, karena ternak tersebut terindikasi terkena penyakit paru dan pernafasan.
5. Pilih ternak yang sudah dibersihkan, sudah dimandikan. Keuntungannya, anda bisa melihat jelas apakah ada bagian tubuh yang luka/borok, selain itu sapi yang sudah dimandikan relative terbebas dari kuman penyakit.
6. Perhatikan kaki depannya, sapi yang baik harus tegak dan relatif lurus. Jika membentuk huruf X, maka ada indikasi sapi tersebut sakit.
7. Perhatikan juga perilaku ternak, ternak yang sehat sorot matanya tajam dan reaktif, tidak diam seperti orang melamun kehilangan kekasihnya :).

8. Tips yang terakhir, saya sarankan anda membeli ternak yang sudah mendapat sertifikasi dari dinas peternakan atau dokter hewan yang ditunjuk, karena lebih aman. Lebih aman lagi, kalau anda beli ternak (sapi) di PT. Agrofauna Kertosari, di Desa Kertosari, Mojokerto, Jawa Timur (dekat wisata Pacet).. :)

Nah bagaimana, apakah anda sudah siap berqurban?.. Semoga bermanfaat.

6 comments:

  1. terima kasih atas informasinya kawan, semoga bermanfaat bagi kita semua.


    http://jendelainformasi.info/

    ReplyDelete
  2. Great post and some really useful tips there. I love resource lists like this. Have social bookmarked it in the hope that others can also benefit.

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...